you're reading...
Berita

Jokowi Harus Batalkan Pembangunan 6 Jalan Tol Dalam

TheJakartaReview 15 Oktober 2012, mungkin sebuah tanggal yang tidak pernah dilupakan oleh seorang Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi. Mantan Walikota Solo itu kini harus mengemban amanat warga Jakarta untuk memimpin ibu kota selama lima tahun kedepan.

Namun, pekerjaan rumah Jokowi sebagai Gubernur Jakarta sudah menunggu di depan mata,Salah satunya adalah mengurai kemacetan lalu lintas dan polusi udara di Jakarta.

Masih segar di ingatan kita tentunya, ketika Jokowi berkampanye pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) beberapa waktu yang lalu. Dalam sebuah rekaman kampanye yang diupload di Youtube, untuk mengurai kemacetan lalu lintas, Jokowi mengajukan konsep ‘Move People not Cars’, memindahkan orang bukan mobil. Dalam video kampanye tersebut, Jokowi juga mengkritik kebijakan pembangunan jalan raya baru untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Namun pemerintah pusat dan DKI Jakarta pada periode sebelumnya ternyata sudah merencanakan proyek pembangunan enam jalan tol dalam kota Jakarta. Proyek pembangunan enam jalan tol dalam kota itu jelas tidak akan mampu mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Proyek enam jalan tol dalam kota itu hanya akan memberikan fasilitas baru terhadap pergerakan mobil pribadi, dan itu artinya Jakarta akan bertambah macet dan polusi udaranya pun akan meningkat.

Sebuah penelitian yang dilakukan di California menunjukkan bahwa setiap 1% penambahan panjang jalan dalam setiap mil jalur akan menghasilkan peningkatan kendaraan bermotor sebesar 0,9% dalam waktu lima tahun (Hanson, 1995). Bahkan Studi kelayakan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta pada tahun 2005 justru menyatakan bahwa setiap pertambahan jalan sepanjang 1 km di Jakarta akan selalu dibarengi dengan pertambahan kendaraan sebanyak 1923 mobil pribadi.

Untuk itu, Jokowi harus memiliki keberanian politik untuk membatalkan rencana pembangunan enam jalan tol dalam kota tersebut. Jokowi harus membatalkan proyek enam jalan tol dalam kota dan dalam waktu yang bersamaan segera membenahi tata ruang dan transportasi publik di Jakarta. Jika Jokowi masih melanjutkan proyek enam jalan tol dalam kota tersebut, dipastikan dia tidak berbeda dengan Gubernur Jakarta sebelumnya yang gagal mengurai kemacetan lalu lintas.

Di sisi lain publik yang menginginkan Jakarta bebas macet dan polusi udara sudah mulai bergerak. Petisi untuk mendesak Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Gubernur DKI Jakarta untuk membatalkan rencana pembangunan enam jalan tol pun sudah dibuat.

Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2012/10/16/jokowi-harus-batalkan-pembangunan-6-jalan-tol-dalam-kota-jakarta/502053/

About thejakartareview

Media informasi seputar jakarta, kini dan masa lalu

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: