you're reading...
Berita

Patung MH Thamrin, Patung Terbaru di Jakarta

Seorang warga melihat tulisan yang menempel di bawah Patung Mohammad Husni Thamrin di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (3/6). inilah.com/Agus Priatna

Jakarta menambah satu momumen berupa patung Mohammad Husni Thamrin. Monumen ini baru terealisasi setelah selama 12 tahun direncanakan. Padahal, nama Husni Thamrin telah diabadikan menjadi jalan rotokol di Jakarta.

Peresmian patung dan taman MH Thamrin berlangsung pada Minggu, 3 Juni 2012 oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Peresmian patung setinggi 5 meter yang menghadap ke barat itu juga dalam rangka menyambut HUT DKI Jakarta ke 485 tahun.

Berdasarkan pantauan thejakartareview, pembangunan patung dan taman menghabiskan dana Rp2 miliar yang semuanya berasal dari sumbangan para donatur. Pengakuan ini disampaikan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryawati, seusai peresmian patung. “Sama sekali nggak pakai APBD,” jelasnya.

Rencana pembangunan patung HM Thamrin sudah digagas sejak tahun 2000. Donatur pembangunan patung tersebut yakni Nyoman Nanda, Azis Mochtar, Mardjoeki Atmadireja, Hartati Angkosubroto, Trihatma K. Haliman, dan Leomangga Hoemasan.

Siapa Mohammad Husni Thamrin

MH Thamrin adalah pahlawan nasional yang lahir di Sawah Besar, Jakarta, 16 Februari 1894. Dan wafat pada usia 46 tahun tepatnya pada 11 Januari 1941. Meski berayah orang Belanda, ia tak menyandang nama leluhurnya dari Nederland.

MH Thamrin adalah dinilai sebagai tokoh organisasi Kaoem Betawi dan pemimpin Parindra. Ia termasuk pribumi pertama yang  menjadi anggota Dewan Rakyat (Volksraad) di Hindia Belanda, mewakili kelompok Inlanders.

MH Thamrin akrab disapa Mat Sani itu selanjutnya duduk di Dewan Kota (Gemeenteraad) pada 1919-1941 dan di Dewan Rakyat (Volksraad) pada periode 1927-1941 untuk menuntut Indonesia berparlemen dan merdeka yang membuat pemerintah kolonial mencari alasan untuk menangkapnya.

Dalam dunia olahraga, MH Thamrin juga salah satu tokoh penting dalam dunia sepakbola Indonesia. Konon pada 1932, MH Thamrin menyumbangkan dana sebesar 2.000 gulden untuk mendirikan lapangan sepakbola khusus untuk rakyat Hindia Belanda di daerah Petojo.

Konon, kematiannya penuh dengan intrik politik yang kontroversial. Tiga hari sebelum kematiannya, ia ditahan tanpa alasan jelas. Menurut laporan resmi, ia dinyatakan bunuh diri namun ada dugaan ia dibunuh oleh petugas penjara. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet, Jakarta. Di saat pemakamannya, lebih dari 10000 pelayat mengantarnya yang kemudian berdemonstrasi menuntuk penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan dari Belanda. (RD)

About thejakartareview

Media informasi seputar jakarta, kini dan masa lalu

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: